• TERUNA PEMBAWA DAMAI

    Tuhan Yesus aku mau belajar mengasihi dan mengampuni. Seperti Engkau mengasihi dan mengampuniku. Jadikan aku pembawa damai-Mu.

    Read More
  • TERUNA BERSAKSI

    Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.“ (Kis 1:8).

    Read More
  • TERUNA MELAYANI

    Matius 10:42 Tuhan Yesus berkata, “Barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini karena ia muridKu, dia tidak akan kehilangan upahnya…”

    Read More
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Januari 2018

Renungan IHMPT 7 January 2017

Judul Pelajaran  :  Allah Di Tengah Manusia
Bacaan Alkitab  : Kejadian 6 : 5-8

Tujuan Pembelajaran :
1. Mengerti bahwa Allah hadir di tengah kehidupan umat manusia.
2. Menceritakan kembali alasan Allah menghukum dan memusnahkan manusia di zaman lampau.
3. Menjelaskan alasan dan tujuan Allah menyelamatkan Nuh dan keluarganya.
4. Berkomitmen untuk hidup dekat dengan Allah, serta taat dan setia kepada-Nya di tengah  masyarakat dunia yang gemar melakukan kejahatan dan dosa.

PEMAHAMAN KONTEKS DAN TEKS
Kejadian 6 : 1 - 8 menggambarkan sebuah keadaan di zaman purba, di mana manusia gemar
melakukan berbagai tindak kejahatan dan dosa. Menurut ayat 6, kondisi demikian begitu luar biasa
hingga memilukan hati Allah dan membuat-Nya menyesal telah menciptakan dan menempatkan
mereka di muka bumi. Masalah dosa yang dimaksudkan dalam kitab Kejadian pasal 6 ini adalah
kemerosotan moral sebagaimana tampak dalam perbuatan Kain dan keturunannya, Lamekh. Kain,
anak Adam dan Hawa, membunuh Habel, saudaranya, karena iri hati. Sedangkan Lamekh,
keturunan Kain, menjalani hidup perkawinan yang berpoligami. Tersirat dalam pasal 6 ini bahwa
Allah sesungguhnya membenci sikap manusia yang suka kawin-mawin dengan mengambil dua
atau lebih isteri. Sikap tersebut menunjukkan bahwa manusia hanya hidup menurut keinginan dan
kepentingan diri sendiri serta untuk memuaskan hasrat pribadi mereka. Demikianlah manusia
pada zaman itu telah banyak melanggar batasan-batasan yang Allah tetapkan untuk mereka.
Bahkan pada ayat ke-5 dikatakan bahwa segala kecenderungan hati manusia selalu membuahkan
kejahatan semata-mata, sehingga dapat dikatakan bahwa manusia pada masa itu melakukan dosa
dengan sadar dan dilakukan secara berulang-ulang.
Kondisi inilah yang melatar-belakangi keputusan Allah untuk menghukum dan memusnahkan
manusia di zaman itu dengan hukuman besar yang dianggap setara dengan kerusakan manusia
akibat dosa mereka. Tindakan Allah untuk menghukum ini tentu bukan dihasilkan secara spontan,
tiba-tiba, dadakan atau sewenang-wenang, melainkan Allah sudah mengetahui kedalaman hati
manusia. IA melihat bahwa manusia pada masa itu memiliki kecenderungan untuk terus berbuat
dosa dan melawan kehendak-Nya. Namun di sini perlu ditegaskan bahwa Allah menghukum bukan
karena “dendam dan nafsu amarah,” melainkan bagaikan orang tua yang kecewa, terluka dan pilu
karena tingkah anak-anakNya. Itulah mengapa kemudian masih tersisa kasih karunia Allah yang
dilimpahkan bagi manusia ciptaan-Nya melalui pemilihan terhadap Nuh dan seluruh keluarganya.

Pemilihan Allah kepada Nuh tersebut memiliki tujuan untuk membuka lembaran baru kehidupan
dan membangun kembali visi penciptaan Allah di dunia. Nuh dipandang Allah sebagai manusia
yang mampu menunjukkan ketaatan dan kebaikan di tengah kehidupan manusia yang bobrok
pada masa itu. Pada kejadian 6 : 9 pun dikatakan bahwa Nuh seorang yang benar dan tidak
bercela di antara orang sezamannya, dan hidup bergaul dengan Allah. Hidup bergaul dengan Allah
berarti bukan hanya mengenal dan mengetahui siapa Tuhan Allahnya, tetapi Nuh mampu
membangun relasi yang intens dan akrab dengan Allah melalui sikap hidupnya sehari-hari. Inilah
yang membuat Nuh mampu bertahan walaupun ia dicemooh oleh orang-orang di sekitarnya ketika
ia membangun bahtera sebagaimana diperintahkan Allah. Tindakan Nuh yang taat kepada Allah
memang dianggap tidak masuk akal bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya. Betapa tidak?!
Mereka adalah orang-orang bebal yang tidak sadar akan kejahatan dan dosa yang selalu
diperbuatnya. Berbeda dengan orang-orang di sekitarnya, Nuh dan keluarganya dipilih oleh Allah
untuk diselamatkan dari air bah. Mereka dipilih berdasarkan kasih karunia Allah dengan tujuan
agar Nuh dan keturunannya tetap hidup dan dapat terus mewariskan kebaikan, kesalehan dan
ketaatan yang sungguh kepada Allah di muka bumi.

PEMAHAMAN TEOLOGI
1. Allah hadir di tengah kehidupan umat manusia di dunia. IA mengetahui, baik isi hati, perkataan
maupun tingkah laku keseharian mereka.
2. Allah akan menghukum setiap kejahatan dan dosa manusia setimpal dengan apa yang
dilakukan. Hukuman itu berlangsung bukan sebagai tindakan semena-mena Allah, melainkan
sebagai tindakan yang adil dan tegas.
3. Meskipun Allah menghukum manusia karena dosa mereka, tetapi IA tetap menaruh kasih
setia-Nya kepada orang-orang yang diperkenan-Nya, seperti Nuh dan keluarganya yang hidup
saleh dan tidak bercela.
4. Kasih karunia Allah akan menyelamatkan setiap orang percaya yang taat dan setia melakukan
firman-Nya di tengah dunia yang semakin rusak karena kejahatan dan dosa manusia.

Aplikasi..
Teruna GPIB Eben Haezar membuat kreatifitas menggali diri, apa resolusi yang akan dikejar dan di capai di tahun 2018.


Tuhan Yesus memberkati...
Share:

Kamis, 04 Januari 2018

Renungan 5 January 2018

Selamat Tahun Baru

πŸ‘‰πŸΌ Yang belum ditemukan,
❗ bukan berarti hilang.

πŸ‘‰πŸΌ  Yang belum berhasil,
❗ bukan berarti gagal.

→Dimana ada Doa & penyembahan ,
❗ disitu pasti ada jawaban.

→Dimana ada Iman,
❗ disitu ada mujizat.

→Dimana ada pengharapan ,
❗ disitu ada kekuatan.

→Dimana ada Kasih,
❗  disitu ada Kemenangan.

→Dimana ada TUHAN,
❗ disitu ada keselamatan.

🏝 Waktu itu seperti sungai yang mengalir,
kita tidak bisa menyentuh air yang sama untuk kedua kali.

πŸ’¦ Karena air yang mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.

⏰ Seiring dengan berjalannya waktu,
kita harus membuat hidup kita kedepannya lebih baik dan menjadi semakin baik.

πŸ—“ Beberapa hari lagi Tahun 2017 akan segera berakhir.

⚠ Seiring dengan itu,
kita juga harus melepas dan meninggalkan semua kejadian dan peristiwa yang sarat dengan kenangan itu..

♻ Baik itu...
" kenangan indah yang mengesankan "
Atau lebih lagi... 
" kenangan pahit yang menyakitkan ".

πŸ™πŸΌ Mari kita menyambut Tahun 2018 dengan penuh keyakinan iman, bahwa
kedepannya TUHAN telah menyediakan kehidupan yang lebih baik dan lebih indah.

πŸ‘£ Berjalan bersama dengan TUHAN dalam setiap langkah kita,
pasti tiada satu perkara yang mustahil.

πŸ› Doa dan pengharapan adalah langkah awal yang harus kita lakukan untuk memasuki Tahun 2018.
Supaya hari yang kita lalui akan menjadi hari  " BERKAT" , dimana TUHAN menepati janji-NYA dan menggenapi rencana-NYA bagi kita semua.

πŸ“–  Filipi 3:13b
"Aku  melupakan apa
yang ada dibelakang ku, dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku."

πŸ’§  Orang gurun bilang :
air sangat berharga;

☀ Orang kutub bilang :
 matahari sangat berharga;

⏰ Orang Jepang bilang :
 waktu sangat berharga;

πŸ˜‡ Orang Bijak  bilang :
 Engkaulah "HARAPAN" yang paling berharga !

✅ Sebab itu DIA datang untuk memberi kita Kesempatan lebih baik dalam karya dan Karsa nyata di Tahun 2018.

😘 Salam kasih,
Damai Sejahtera dan Sukacita KRISTUS senantiasa melingkupi perjalanan hidup kita.

πŸ“– Wahyu 22:21
Kasih  Tuhan Yesus menyertai  kamu sekalian.
Amin.

🎊 Selamat  tahun baru,
Tuhan memberkati kita semua. πŸ™.           
Salam dalam Kasih Tuhan Yesus.

Sumber : Share group Wa
Share:

Renungan 5 January 2018

* R E N U N G A N *

πŸ“œAkte lahir...adalah kertas.

πŸ“œIjazah...kertas.

πŸ“ƒAkte nikah...kertas.

πŸ“–Paspor...kertas.

πŸ“‘Surat kepemilikan rumah... kertas

πŸ“”BPKB...kertas

πŸ’·UANG... kertas.

Kehidupan kita layaknya hanya dikelilingi kertas-kertas.πŸ“©πŸ“œπŸ“ƒπŸ“„πŸ“‘πŸ“”πŸ“–

Seiring waktu berlalu, semua dirobek.

Kemudian dibuang dan dibakar.

Berapa banyak orang bersedih karena "kertas-kertas" yang dimilikinya.
dan berapa banyak orang begitu bahagia dengan "kertas-kertas" yang dimilikinya.

Tetapi...

Ada 1 (satu) lembar kertas yang tidak mungkin dilihat oleh manusia itu sendiri  yaitu,  "AKTE KEMATIAN"nya sendiri!πŸ›πŸ“ƒπŸ“œ

Maka manusia itu ada batasnya yang tidak mungkin dia mampu menjangkau waktu.

Ada 2 (dua) hal yang tidak akan selamanya ada dalam diri seseorang :
~ Masa mudanya, dan
~ Kekuatannya.

Dan 2 (dua) hal yang berguna untuk setiap orang :
~ Hati yang mulia, πŸ’–πŸ’dan
~ Hati yang
   mengampuni.🀲🏼🀝

Juga 2 (dua) hal pula yang akan mengangkat derajat seseorang  :
~ Sikap rendah hati,πŸ™
   dan
‌~ Berbagi kasih.πŸ’“

Belajarlah punya prinsip hidup πŸ‘ˆπŸ‘‰

Ada 3 (tiga) fase hidup yang tampak dari kita :

1. πŸ‘©πŸ»πŸ§‘πŸ»
    Masa puber kita punya
    waktu dan kekuatan
    tetapi tidak punya
    "UANG".

2. πŸ’ͺMasa bekerja kita
    punya uang dan
    kekuatan, tetapi tidak
    punya "WAKTU".

3. πŸ§”πŸ»πŸ‘΅πŸ»
     Masa tua kita punya
    uang dan punya waktu,
    tetapi tidak punya
    "KEKUATAN" lagi.

Manfaatkan kesempatan hidup sebaik-baiknya selagi masih bisa bernapas.πŸ˜‡

Kita selalu yakin bahwa kehidupan orang lain lebih baik dari kehidupan kita.
Dan orang lain pun meyakini, bahwa kehidupan kita jauh lebih baik darinya.πŸ€“πŸ˜Ž

Hal itu terjadi dikarenakan kita melupakan 1 (satu) hal terpenting dalam hidup, yaitu :
Bersikap "MENSYUKURI APA YANG SUDAH KITA MILIKI".πŸ€”πŸ˜πŸ˜˜

Oleh sebab itu...

Nikmati hidup, sebelum hidup tidak bisa di nikmati.🀝🀩😘
Dan selalu bersyukur atas segala nikmat & karunia hidup.πŸ™

Tidak capek pun perlu istirahat.
Tidak kaya pun perlu bersyukur.πŸ™πŸ™πŸ™

Sadarlah hidup itu pendek.
Pasti ada saatnya finish.🎬

Jangan tertipu dengan usia muda.
Karena syarat mati tidak harus tua.πŸ‘¨‍πŸ‘©‍πŸ‘§‍πŸ‘¦

Jangan terpedaya dengan tubuh & badan sehat.
Karena syarat mati tidak mesti sakit.🀒

Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasehat baik.
Teruslah berbagi dalam kebaikan meskipun tidak banyak orang yang bisa memahamimu.✊🏻

Kebaikan akan membawa kebahagiaan.
Kebahagiaan akan membawa berkat.πŸ˜…

Keburukan akan membawa malapetaka.
Malapetaka akan membawa penderitaan.😭

Selamat  tahun baruπŸ˜‡πŸ˜‡ 2018.
GBU.πŸ™πŸΌ

Referensi : posting dari Group WA
Share:

Copyright © Pelkat PT GPIB Eben Haezer Surabaya | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com